Negeri diatas Laut Solusi Pembangunan Tanpa Gunduli Hutan


Penduduk Indonesia
Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) adalah 237 641 326 jiwa. Dengan penyebaran penduduk yang tidak merata sehingga menyebabkan beberapa wilayah di Indonesai sangat padat, dan wilayah lainnya seakan tidak berpenghuni.



Melihat keadaan seperti ini, tentu wilayah yang sudah ramai dan berpotensi besar mendatangkan keuntungan akan terus kedatangan proyek-proyek besar dan akan terus membangun dan membangun.Padahal lahan sudah tidak ada lagi!.
Jakarta
Lalu dimana anak-anak kecil harus berlari-lari? Dimana para siswa-siswi berolah raga? Dimana kita bisa kumpul-kumpul bersama? Semua lahan terbuka sudah jadi bangunan!

Indonesia masih punya lahan luas sih, tapi apa kita mau merusak hutan kita juga?
Lalu nanti hewan-hewan tinggal dimana? Siapa yang akan menghasilkan oksigen untuk kita? Siapa yan mau menyerap zat-zat polutan? Siapa yang mau melakukan itu semua kalau hutanpun mau kita sikat demi pembangunan.

Inspirasi :Penulis terinspirasi dari beberapa film fantasi dan suku Bajo.
Salah satu suku di Indonesia yang membuat rumah di atas air.

Penulis tidak membenarkan mengurug laut demi memperluas lahan pembangunan.
Karena itu sama saja seperti kita merusak hutan.

Andai saja kita bisa membuat bangunan di atas laut tanpa harus merusak kehidupan di laut.

Coba kita lihat gambar rumah apung tersebut.
Berapa kayu yang tertancap ke dalam laut untuk menopang 1 rumah?
Lalu berapa banyak kayu yang harus tertancap ke laut jika kita ingin membuat wilayah besar?




Ilmu Pengetahuan : Magnet benda yang kita kenal bisa menimbulkan gaya tarik atau gaya tolak terhadap benda-benda magnetis, yaitu benda-benda yang terbuat dari besi, nikel, dan koblat.




dengan magnet kita juga bisa membuat benda elektronmagnetik melayang atau seakan terbang.
Cara termudah untuk melayang benda elektromagnetik (dari kontrol prespektif) adalah melalui suspensi magnetik, atau biasa disebut Levitasi (Levitasi adalah proses melayangnya objek dengan memanfatkan gaya magnet)


Berikut beberapa terobosan yang terkait:
Levitating Speaker atau speaker yang dapat melayang. Speaker ini memanfaatkan gaya magnet untuk bisa melayang.





 Air Bonsai atau Bonsai yang melayang di Udara
untuk membuat tanaman bonsai ini dapat melayang juga menggunakan gaya magnet.
Benda elektronik yang di aliri listrik kemudian menghasilkan gaya magnet yang mampu membuat bonsai melayang di udara.

Kemudian apa kaitannya dengan pembangunan di Indonesia?
Ini adalah inovasi yang jelas bermanfaat. Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan agar tidak merusak sisa lahan hijau yang Indonesia miliki dapat kita lakukan dengan memanfaatkan sistem Levitasi Magnet ini.

Kalau bonsai kecil bisa melayang, Kenapa kita tidak buat pulau yang melayang di atas laut?
Dengan membuat 3 buah energy base (bagian bawah) dan benda elktromagnetik ukuran raksasa sesuai luas pulau yang ingin dibangun, kemudain manfaatkan air laut sebagai pembangkit listrik yang akan menimbulkan gaya magnet cukup besar sehingga mampu menopang beban pulau.
Maka pulau hayalan yang sering kita lihat di film-film fantasi bukan lagi sebuah imajinasi, melainkan sebuah solusi yang bermanfaat bagi pembangunan infrastruktur di masa depan.

Entri ini diikut sertakan dalam  Kompetisi Blogging Balitbang PUPR 


refrensi : 
http://dokumen.tips/documents/levitasi-magnetik-adalah-proses-melayang-objek-dengan-memanfaatkan-magnet.html 

http://maslatip.com/pengertian-magnet.html

http://www.kaskus.co.id/thread/56f987c7582b2ed6018b456a/menguak-3-benda-magnetik-yang-bisa-melayang-di-udara/

http://foto.okezone.com/view/2010/08/09/1/477/jakarta-semakin-padat
Previous
Next Post »